Motor, Mobil dan Modifikasi

Otomotif Updates

Sabtu, 21 Oktober 2017

3 Alasan Kenapa Sepeda Motor Suzuki Kalah Saing Dengan Pabrikan Lain

3 Alasan Kenapa Sepeda Motor Suzuki Kalah Saing Dengan Pabrikan Lain

3 Alasan Kenapa Sepeda Motor Suzuki Kalah Saing Dengan Pabrikan Lain
- Jepang memang tempat sebagai dunia otomotif nya, khusus nya di bagian sepeda motor. Suzuki memperkenalkan diri nya dengan nama PT. Suzuki Motor Corporation yang muncul di tahun 1909 yang bertempat di Hamamatsu, Shizuoka Jepang. Dan, pada era 70’an Suzuki datang di Indonesia dengan memperkenalkan motor jantan mereka yang bernama Suzuki A 100 dengan 2 mesin tak dan sangat terkenal sebagai motor nya para pekerja seperti polisi hingga petugas pos Indonesia sangat familiar dengan motor Suzuki A 100. Dan pada tahun 2005, dengan membawa 4 tak di dalam motor jantan nya. Suzuki mengenalkan Suzuki Thunder 125 yang memang bisa di bilang cukup menjanjikan dan di terima hangat di pasaran Indonesia sebagai motor jantan.

Dan ketika muncul motor Matic di Indonesia, Suzuki sebagai pabrikan sepeda motor pun tidak mau kalah saing dengan pabrikan sepeda motor yang lain. Dengan membawa nama Suzuki Skywave, Suzuki Hayate hingga Suzuki Nex ,selalu mendapatkan tempat di hati para pecinta Suzuki. Namun seiring berjalan nya waktu slogan dari Suzuki “Nyalakan Nyali” tidak sesuai dengan keberadaan industrinya di Indonesia. Suzuki yang awal nya mendapatkan tempat di pecinta bikers kini semakin berkurang, dan kesalahan tersebut memang terletak di perusahaan Suzuki itu sendiri.
Baca Juga : 3 Alasan Kenapa Mobil Pickup Daihatsu Lebih Unggul
Dan di coretan kali ini akan saya beberkan 3 alasan kenapa motor Suzuki kalah di pasaran dan kurang mendapatkan tempat bagi pecinta bikers. So, let’s check this out!

3 Alasan Kenapa Sepeda Motor Suzuki Kalah Saing

1. Tidak adanya inovasi
Dalam dunia bisnis, ide-ide baru dan kreatif sangat di tuntut agar bisa menjadikan bisnis atau usaha tersebut semakin maju. Namun, hal ini nampaknya tidak terjadi pada motor pabrikan Suzuki. Sering kita melihat motor pabrikan Suzuki hampir tidak ada inovasi baik dalam desain maupun performa mesin sehingga kalah di pasaran Indonesia. Kekurangan ini terlihat pada motor jantan dimana Suzuki Thunder yang sebenarnya sudah mendapatkan tempat di pecintanya tidak melakukan inovasi atau pembaruan pada motor Thunder tersebut, hingga sekitar tahun 2005/2006 produksi Suzuki Thunder pun berhenti. Dan pada motor Matic, Suzuki memang cukup mempuni, selain pada mesin dan dari segi tampilan yang bagus. Namun, lagi-lagi tidak adanya model baru atau inoasi yang terbilang lamban menjadikan pecinta motor Suzuki mulai berkurang.

2. Onderdil atau Spare parts yang susah
Sangat minim nya bengkel atau toko yang menjual khusus onderdil Suzuki di Indonesia menjadi alasan selanjutnya kenapa motor Suzuki kalah di pasaran Indonesia. Berbeda dengan bengkel Honda yang sudah merata dan mulai berkembangnya bengkel Yamaha di Indonesia, motor Suzuki terlihat enggan untuk melebarkan sayap nya di Indonesia. Sering nya pelanggan yang kesusahan mencari onderdil motor Suzuki menjadikan onderdil KW atau tidak asli sebagi satu-satunya pilihan ketika pengendara motor Suzuki mengalami kerusakan. Kendala yamg lain adalah harga onderdil asli dari Suzuki yang terbilang mahal menjadikan pemilik motor Suzuki mikir dua kali untuk membelinya.
Baca Juga : Sejarah Sepeda Motor Honda Masuk Ke Indonesia
3. Pemasaran yang minim
Dalam segi pemasaran pun, nampaknya mobil pabrikan Suzuki jauh lebih unggul ketimbang motor nya. Kenyataan ini bisa kita lihat ketika kita berada di mall dimana banyak spg/spb menawarkan cicilan murah untuk mobil Suzuki. Berbanding terbalik dengan motor Suzuki yang telak di kalahkan oleh motor dari pabrikan Honda ataupun Yamaha. Padahal motor Suzuki sendiri di bandrol dengan harga yang cukup terjangkau.

Demikian coretan tentang 3 alasan kenapa motor Suzuki kalah bersaing di pasaran Indonesia. Anda sebagai calon pembeli atau pemilik dari motor Suzuki harus lebih bijak dan teliti untuk memilliki dan merawat motor dari pabrikan Suzuki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar