Motor, Mobil dan Modifikasi

Otomotif Updates

Senin, 30 Oktober 2017

Bayar Tol Wajib Pakai Kartu e-Toll Mulai 31 Oktober 2017

Bayar Tol Wajib Pakai Kartu e-Toll Mulai 31 Oktober 2017

Bayar Tol Wajib Pakai Kartu e-Toll Mulai 31 Oktober 2017, Otomo.id
- Semakin mudah dan canggih nya teknologi berdampak hampir pada segala aspek terhadap manusia. Kemudahan ini pun berdampak pada kemudahan dan hal instan yang di rasakan oleh setiap orang. Mulai dari pemesanan hingga berbisnis pun sudah terhubung dengan kecanggihan teknologi.

Dinas perhubungan pun tidak mau kalah untuk memperbaharui sistem untuk pelayanan mereka dimana pada bulan oktober 2017 telah meluncurkan sistem pembayaran tol secara non tunai dengan menggunakan kartu e-Toll yang diyakini oleh pihak dishub lebih memudahkan para pemilik kendaraan roda empat untuk membayar dengan mudah ketika masuk jalan tol.
Baca Juga : Persaingan Sepeda Motor Yamaha dan Honda di Indonesia
Meskipun penerapan pembayaran secara non tunai ini dengan kartu e-Toll masih di berlakukan secara bertahap demi tahap, namun optimisme berada di pihak dishub dengan tujuan memberikan pelayanan yang optimal kepada setiap warga. Dan pada tanggal 31 oktober penerapan sistem pembayaran e-Toll sudah merata di segala kota, “Mulai tanggal 31 oktober 2017 seluruh gerbang tol hanya melayani pembayaran secara Non Tunai” kutip Jasa Marga di laman Twitter nya.

Muncul nya sistem pembayaran jalan tol secara non tunai ini di karenakan meningkatnya populasi pengguna pembayaran secara non tunai hingga mencapai 85%, merata di seluruh gerbang atau ruas jalan tol di seluruh Indonesia. Dan Dishub melalui Jasa Marga berharap kedepan nya meningkatnya populasi ini bisa maksimal hingga 100%. Dengan ada nya peningkatan presentase menandakan bahwa respon masyarakat terhadap pelayanan Jasa Marga sangat baik. Dan dengan ada nya sistem pembayaran tol secara Non Tunai ini bisa menjadikan respon pengendara akan pelayanan di jalan tol semakin memuaskan.

Namun, sangat di sayangkan harapan dan keinginan dari Jasa Marga tidak selalu mulus dengan kenyataannya. Banyak para pengendara dan supir angkutan umum yang masih belum terbiasa bahkan bingung dengan peraturan baru yang berlaku di jalan tol ini. Hal ini pun sempat saya lihat di Gresik Jawa Timur, ketika saya hendak pulang dari Surabaya ke Gresik dengan menggunakan Bus umum. Terdapat antrian dan di barengi dengan teriakan dan bunyi klakson dari semua supir atau pengendara.

Para supir yang biasanya hanya cukup membayar uang tunai di gerbang tol, di haruskan untuk mengurus dulu kartu e-Toll, sehingga memicu kemacetan parah hingga berjam-jam. Banyak nya supir angkutan umum dan truk yang memang tidak pernah menggunakan sistem pembayaran Non Tunai dengan e-Toll sebelumnya mengalami kesulitan dan berujung dengan emosi para supir yang sudah lama mengantri sebelumnya di karenakan di kejar deadline untuk mengantar barang ke tempat nya tepat waktu menjadikan sistem pembayaran Non Tunai dengan e-Toll cenderung semrawut. Namun kekacauan tersebut hanya berselang beberapa hari, sehingga kemacetan yang awal nya parah dan semrawut menjadi berkurang.
Baca Juga : Sejarah Sepeda Motor Honda Masuk ke Indonesia
Kurang serius nya pemerataan dalam sosialisasi oleh pihak DisHub yang wakilkan oleh Jasa Marga terhadap para warga khususnya pengendara roda empat terkadang menjadi masalah klasik yang belum juga terselesaikan. Sehingga muncul lah keluhan warga atau pengendara akan pelayanan Jasa Marga yang berbalik dengan pihak Jasa Marga yang merasa sudah memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap pengendara roda empat.

Dengan adanya sosialisasi yang baik dan optimal antara warga dan pihak Jasa Marga akan menjadikan keberadaan sistem atau pelayanan baru untuk pengendara semakin terjalin lebih baik lagi kedepan nya. Karena DisHub sendiri memberikan pelayanan dari pengendara juga untuk pengendara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar