Motor, Mobil dan Modifikasi

Otomotif Updates

Minggu, 26 November 2017

Mobil Bermesin Konvensional Diprediksi Akan Musnah Pada Tahun 2050

Mobil Bermesin Konvensional Diprediksi Akan Musnah Pada Tahun 2050

Mobil Bermesin Konvensional Diprediksi Akan Musnah Pada Tahun 2050
- Setelah diterpa isu pemanasan global yang kian membahayakan, maka regulasi tentang kendaraan ramah lingkungan mulai digalakkan dan saat ini telah banyak produsen kendaraan berlomba – lomba untuk menciptakan jenis kendaraan ramah lingkungan seperti mobil bermesin hybrid, mobil tenaga surya dan juga mobil bertenaga listrik. Saat ini memang telah banyak berseliweran mobil – mobil bermesin hybrid dijalanan dunia sebagai tanda bahwa kendaraan bermesin konvensional akan mulai ditinggalkan oleh para konsumennya.

Prediksi yang menyatakan bahwa kepunahan mobil berteknologi internal combustion engine ( ICE ) atau kendaraan bermesin konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak akan segera terjadi terlontar dari perkataan Bob Lutz yang merupakan mantan petinggi perusahaan General Motors. Selain itu, dari pihak Toyota motor juga telah memperkirakan bahwa kendaraan bermesin konvensional akan punah dalam waktu beberapa puluh tahun kedepan.
Baca Juga : Hyundai Mobis Perkenalkan Sunroof Airbag Pertama di Dunia
Pabrikan otomotif terbesar dunia tersebut telah memprediksi bahwa mobil dengan teknologi ICE akan segera punah pada tahun 2050 nanti. Selain itu, pihak Toyota yang diwakili oleh Head of Advance R&D and Engineering , Seigo Kuzumaki juga memperkirakan bahwa mobil konvensional akan kalah populasinya dengan mobil bertenaga listrik pada tahun 2040 mendatang seperti yang di kutip dari autocar. Hal ini disebabkan oleh emisi karbon dioksida ( CO2 ) yang semakin parah mencemari lingkungan sehingga memaksa para produsen otomotif dunia untuk beralih dan memaksimalkan kendaraan yang memakai teknologi listrik.

Seigo Kuzumaki juga memperkirakan bahwa tahun 2050 nanti polusi udara yang disebabkan oleh emisi karbon CO2 akan berkurang sebesar 90 persen jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang lalu. Dan untuk mencapai target tersebut, maka mulai tahun 2040 kendaraan berbasis ICE tak akan dibuat lagi sepenuhnya tetapi akan digantikan dengan kendaraan berjenis hybrid atau plug-in hybrid.

Dengan kenyataan yang ada saat ini serta dengan pertimbangan jauh kedepan, maka Toyota telah menyiapkan rencana kelangsungan produksi perusahaan mereka. Salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi kendaraan yang menggunakan baterai solid-state yang lebih canggih lagi. Toyota akan memasarkan kendaraan yang memakai tenaga listrik secara penuh mulai tahun 2020 nanti atau sekitar 3 tahun kedepan, dan kendaraan tersebut akan menggunakan baterai dengan teknologi lithium-ion.

Saat ini pihak Toyota memiliki paten baterai solid state yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Sehingga untuk menciptakan sebuah kendaraan listrik yang lebih maju dari pada pesaingnya bukanlah sesuatu hal yang sulit bagi Toyota Motors yang berpusat di Jepang ini.

Teknologi baterai solid-state yang dimiliki oleh Toyota diklaim memiliki berbagai macam keunggulan yang tidak dimiliki oleh para kompetitornya, salah satunya adalah teknologi pengisian cepat untuk mobil – mobil bertenaga listrik milik Toyota serta memiliki jangkauan atau daya jelajah yang sangat jauh sehingga para pemilik kendaraan listrik besutan Toyota tak perlu cemas kehabisan tenaga listrik ketika berkendara jarak jauh.
Baca Juga : Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik
Toyota berambisi untuk menyaingi penjualan mobil Nissan leaf yang merupakan kendaraan bermesin listrik terlaris saat ini. Dengan peluncuran kendaraan all electric yang rencana akan dimulai pada tahun 2020 mendatang, maka bisa dipastikan Toyota akan berusaha habis – habisan untuk menjadi pemimpin pasar dalam penjualan kendaraan di dunia yang berbasis mesin bertenaga listrik.

Untuk di Indonesia sendiri, teknologi kendaraan listrik sudah mulai diperkenalkan melalui kendaraan roda dua seperti besutan produsen sepeda motor Viar dan juga sepeda motor E-Vino besutan Yamaha yang telah diperkenalkan beberapa waktu yang lalu. Dengan demikian, Indonesia juga mulai berbenah diri untuk menyambut era kendaraan listrik yang ramah lingkungan sehingga mampu mengatasi pemanasan global yang sudah terjadi saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar