Motor, Mobil dan Modifikasi

Otomotif Updates

Jumat, 22 Desember 2017

Ternyata Mengendarai Motor Tanpa Spatbor Bisa Ditilang, Ini Alasannya

Ternyata Mengendarai Motor Tanpa Spatbor Bisa Ditilang

Bagi sebagian pemilik kendaraan bermotor terutama pemilik kendaraan roda dua, memiliki tampilan motor standar keluaran pabrik terkadang masih belum memuaskan mereka dalam berkendara dengan motor kesayangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, tak sedikit para rider tanpa segan – segan untuk memodifikasi tunggangan mereka agar tampil lebih keren seperti yang mereka inginkan.

Selain memodifikasi mesin, ternyata banyak para pemilik kendaraan roda dua yang melepas spatbor bawaan pabrik dengan alasan agar tunggangan mereka terlihat makin gaya, trendi dan sporty. Namun tahukah Anda?, ternyata mengendarai motor tanpa dilengkapi spatbor adalah merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Walaupun terkesan sepele, sebenarnya spatbor yang terpasang pada sepeda motor memiliki fungsi yang cukup penting. Keberadaan spatbor pada kendaraan berfungsi untuk melindungi pengendara dan juga pengguna jalan lainnya agar dapat terhindar dari percikan ataupun cipratan air yang ditimbulkan oleh perputaran ban sepeda motor. Apalagi saat musim hujan seperti ini, bisa dipastikan banyak genangan air yang terdapat di sepanjang jalan.

Percikan air yang dihasilkan dari ban motor tersebut bisa sangat mengganggu para pengguna jalan yang lainnya, apalagi ketika percikan air tersebut terkena bagian wajah bisa sangat mengganggu pandangan dan juga bisa menyebabkan kotoran yang terbawa oleh cipratan air masuk kedalam mata.

Untuk menghindari modifikasi yang berlebihan serta demi menjamin keselamatan maupun kenyamanan para pengguna jalan, maka Pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang keberadaan spatbor tersebut.

Seperti pada Peraturan Pemerintah nomor 44 yang dikeluarkan tahun 1993 , dalam pasal 77 ayat 1 menyatakan bahwa keberadaan spatbor merupakan suatu komponen yang wajib dimiliki dan terpasang pada semua kendaraan bermotor baik beroda dua maupun lebih.

Baca Juga : Cara Memperpanjang dan Membuat SIM Online

Selain itu pada ayat yang lain, model dan bentuk spatbor pun juga diatur dalam Peraturan Pemerintah tersebut. Spatbor yang terpasang pada sebuah kendaraan bermotor harus memiliki ukuran lebar sekurang – kurangnya selebar telapak ban kendaraan tersebut. Kemudian keberadaan spatbor itu harus dapat mengurangi percikan air maupun lumpur yang mengarah kebelakang kendaraan ataupun kearah badan kendaraan.

Kemudian pada undang – undang nomor 22 tahun 2009, pada pasal 285 ayat 2 telah disebutkan bahwa setiap pengendara yang mengendarai kendaraan bermotor baik roda empat ataupun lebih di jalan umum tanpa memenuhi persyaratan teknis salah satunya adalah keberadaan spatbor, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 106 ayat 3 juncto pasal 48 ayat 2 maka dapat diancam dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau harus membayar denda paling banyak Rp.500.000.

Lalu bagaimana dengan spatbor aftermarket atau spatbor model variasi yang banyak tersedia dipasaran?. Ternyata pemasangan spatbor aftermarket pada kendaraan untuk menggantikan spatbor asli kendaraan bawaan pabrik juga tidak diperkenankan. Hal ini dikarenakan banyak spatbor aftermarket yang tidak memenuhi persyaratan standar yang telah ditentukan. Jika para pengendara lalai atau tidak mengindahkan peraturan tersebut, maka bersiap – siaplah untuk terkena tilang dari pihak berwajib.

Karena spatbor merupakan sebuah komponen yang wajib terpasang pada kendaraan bermotor dan telah ditentukan spesifikasi teknisnya, maka ada baiknya Anda tetap mematuhi peraturan yang berlaku tersebut dengan memasang spatbor sesuai spesifikasi yang berlaku agar Anda tetap aman dan nyaman dalam melakukan perjalanan serta menghindari kerugian yang bisa dialami oleh pihak lain.

Selain keberadaan spatbor pada kendaraan Anda, pastikan juga kendaraan yang Anda kemudikan masih layak jalan serta jangan lupa membawa kelengkapan berkendara lainnya seperti SIM maupun STNK yang masih berlaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar