Motor, Mobil dan Modifikasi

Otomotif Updates

Sabtu, 20 Januari 2018

Brain To Vehicle (B2V) Sebuah Teknologi Terbaru Dari Nissan

Brain To Vehicle (B2V) Sebuah Teknologi Terbaru Dari Nissan

Teknologi Terbaru Nissan Brain To Vehicle (B2V), Otomo.id
- Seolah tak ingin kalah bersaing dalam pengembangan teknologi masa depan, kini Nissan Motor sedang bekerja keras untuk melakukan pengembangan inovasi mutakhir yang nantinya bisa diterapkan pada mobil – mobil buatan mereka. Brain-to-Vehicle atau disingkat dengan B2V merupakan sebuah teknologi baru karya Nissan Motor yang sebentar lagi akan mereka demostrasikan di depan publik pada ajang pameran Consumer Electronics Show (CES) 2018 yang akan berlangsung di Las vegas – Amerika Serikat.

Teknologi Nissan B2V tersebut merupakan pengembangan terbaru dari teknologi Nissan Intelligent Mobility yang sudah ada sebelumnya. B2V adalah hasil dari penelitian panjang yang telah dilakukan oleh Nissan dimana teknologi tersebut nantinya akan dapat menangkap sinyal dari gelombang otak atau pemikiran pengemudi sehingga mobil dapat berinteraksi lebih cepat dengan pengemudi yang pada akhirnya pengendalian kendaraan bisa lebih mudah dan menyenangkan.

Visi perusahaan ketika mengembangkan teknologi B2V ini adalah untuk mengubah cara berkendara konvesional saat ini menjadi sebuah cara baru yang futuristik dimana kendaraan dapat dikendarai dengan lebih aman dan nyaman, ditenagai dengan teknologi mutakhir serta terintegrasi dengan lingkungan sekitar. Secara lebih mudahnya, teknologi B2V ini diciptakan agar pengendara dapat berinteraksi dengan mobil yang dikendarainya melalui gelombang otak.

Teknologi canggih ini merupakan terobosan baru yang mampu dikembangkan oleh Nissan melalui berbagai macam rangkaian penelitian menggunakan teknologi pengurai kode pikiran manusia sehingga B2V mampu memprediksi tindakan yang akan dilakukan pengendara serta dapat mendeteksi ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pengendara tersebut.

Prediksi yang dapat dilakukan oleh teknologi Brain to Vehicle ini adalah dengan cara menangkap tanda – tanda atau sinyal yang berasal dari pikiran pengendara tentang sebuah pergerakan seperti memutar roda kemudi maupun menekan pedal. Kemudian B2V juga dapat memprediksi keinginan sang pengendara sehingga mobil dapat membantu pengemudi untuk memulai aksi yang lebih cepat ( driver assist ) . Hal tersebut akan berimbas kepada reaksi sang pengendara dan meningkatkan pengalaman serta kenyamanan berkendara secara manual.
Brain To Vehicle (B2V) Sebuah Teknologi Terbaru Dari Nissan

Kemudian yang kedua adalah deteksi dimana teknologi B2V tersebut dapat mendeteksi serta mengevaluasi rasa ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh pengendara. Ketika mendeteksi ketidaknyamanan, maka Artificial Intelligent atau kecerdasan buatan tersebut dapat secara otomatis mengubah konfigurasi berkendara serta gaya berkendara dari mode manual menjadi mode otonom.
Baca Juga : Nissan Motor Indonesia Menghadirkan Diler Dengan Konsep Baru
Selain itu, menurut Dr. Lucian Gheorghe yang merupakan Senior Innovation Researcher pada divisi Nissan Research Center Jepang yang bertugas memimpin proyek penelitian tersebut menambahkan bahwa teknologi B2V ini juga dapat digunakan untuk menyesuaikan lingkungan internal pada kendaraan itu sendiri.

Teknologi B2V ini juga bisa dipadukan menggunakan teknologi augmented reality agar dapat menyesuaikan pengelihatan atau pandangan sang pengendara sehingga mampu membuat suasana didalam kabin menjadi terasa lebih santai dan nyaman. Lebih lanjut , Dr. Lucian juga mengatakan bahwa terdapat potensi yang sangat besar dan luar biasa untuk menerapkan serta mengaplikasikan hasil dari teknologi B2V tersebut pada kendaraan di masa mendatang. Penilitian tersebut akan menjadi sebuah acuan baru dalam pengembangan inovasi kendaraan yang dilakukan oleh Nissan pada tahun – tahun berikutnya.

Teknologi Nissan B2V ini dikalim sebagai teknologi pertama didunia sehingga pada masa datang kemungkinan akan banyak para pengembang lain akan melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan oleh Nissan. Pada saat pengaplikasiannya, pengendara akan menggunakan sebuah alat yang dapat mengukur gelombang otak seseorang yang kemudian akan dianalisis oleh sistem otonom yang telah terpasang pada kendaraan.

Ketika teknologi ini bekerja, maka sistem B2V akan membantu pengendara dalam menggerakkan roda maupun membantu memperlambat kendaraan 0,2 hingga 0,5 detik lebih cepat dari pada yang dapat dilakukan oleh pengendara secara manual. Walaupun perlambatan tersebut kemungkinan tak akan dapat dirasakan oleh pengendara karena waktunya yang sangat singkat dan cepat, tetapi teknologi ini diyakini mampu meringankan tugas pengendara. Pada saat pendemonstrasian teknologi tersebut pada ajang CES mendatang, maka Dr. Lucian Gheorghe juga akan hadir untuk menjawab berbagai pertanyaan dari para pengunjung disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar