Motor, Mobil dan Modifikasi

Otomotif Updates

Rabu, 04 April 2018

Nissan Motor Menargetkan Mampu Menjual Satu Juta Kendaraan Listrik Tiap Tahun

Nissan Motor Menargetkan Mampu Menjual Satu Juta Kendaraan Listrik Tiap Tahun

Nissan Motor, Otomo.id
- Kabar terbaru datang dari pabrikan otomotif raksasa asal Jepang yaitu Nissan Motor Co Ltd. Baru – baru ini pihak Nissan telah mengumumkan ambisi besar mereka untuk menjadi pemimpin pasar otomotif dunia khususnya kendaraan bertenaga listrik. Nissan memiliki target mampu menjual kendaraan listrik hingga mencapai satu juta unit kendaraan listrik tiap tahunnya hingga tahun 2022 nanti.

Kendaraan listrik yang dimaksud oleh Nissan tersebut meliputi kendaraan listrik murni atau pure electric dan juga kendaraan listrik bertipe e-Power. Target besar ini merupakan bagian dari rencana jangka menengah yang telah di canangkan oleh pihak Nissan Motor dan merupakan bagian dari program Nissan M.O.V.E to 2022.

Rencana jangka menengah tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan tahunan perusahaan hingga 30 persen atau setara dengan 16,5 triliun Yen pada akhir tahun fiskal 2022 nanti. Untuk mencapai target yang terbilang fantastis itu, pihak Nissan akan fokus dalam pengembangan Nissan Intelligent Mobility yang meliputi tiga aspek atau elemen elektrifikasi yaitu penyempurnaan teknologi swakemudi, konektivitas dan juga layanan mobilitas terbaru dari Nissan.

Baca Juga : 5 Produk Motor Sport Eropa Terpopuler di Indonesia 2018

Menyusul kesuksesan dari pendahulunya yaitu mobil listrik Nissan Leaf, maka perusahaan asal Jepang tersebut juga berencana untuk mengembangkan sekitar delapan kendaraan pure electric baru untuk mengisi pasar otomotif dunia yang telah dibidik oleh Nissan. Terobosan baru juga gencar di luncurkan oleh Nissan untuk menguasai pasar kendaraan listrik dunia dan salah satunya adalah dengan meluncurkannya kendaraan listrik di Tiongkok dengan mengusung brand yang berbeda.

Dalam rilis resminya, Phillipe Klein yang merupakan Chief Planning Officer Nissan mengatakan bahwa strategi yang didedikasikan oleh Nissan tersebut bertujuan untuk memposisikan perusahaan khususnya brand Nissan menjadi yang terdepan pada bidang otomotif, teknologi dan juga evolusi bisnis.

Nissan memiliki harapan besar di tahun 2022 nanti yaitu mampu menguasai penjualan kendaraan listrik termasuk kendaraan e-Power yang dimilikinya dengan porsi sebesar 40 persen di wilayah Jepang dan juga Eropa. Dan ditargetkan mampu menembus penjualan hingga 50 persen pada tahun 2025 di wilayah yang sama. Sementara itu, Nissan hanya menargetkan penjualan sebesar 20 hingga 30 persen untuk wilayah Amerika Serikat serta sebesar 35 – 40 persen penjualan mobil listrik di Tiongkok pada tahun 2025 nanti.

Untuk memuluskan target penjualan sebanyak satu juta unit kendaraan listrik, maka Nissan telah memiliki rencana untuk menghadirkan sebuah teknologi yang bernama Pro-Pilot sebanyak 20 model yang berbeda di 20 negara pada tahun 2022 nanti. Teknologi Pro-Pilot ini merupakan bagian dari pengembangan sistem swakemudi. Sedangkan untuk konektifitas dan juga layanan mobilitas terbaru, maka Nissan akan meluncurkan sebuah teknologi yang mereka namakan Alliance Connected Cloud.

Teknologi “Alliance Connected Cloud” ini akan memungkinkan semua perusahaan Alliance dalam mengintegrasikan manajemen data kendaraan mereka pada masa lalu, saat ini dan juga masa depan. Dan pengintegrasian tersebut dapat diterapkan untuk kendaraan yang sudah ada saat ini maupun kendaraan model baru yang akan hadir dimasa yang akan datang.

Teknologi Alliance Connected Cloud tersebut diharapkan mampu mencapai konektifitas hingga 100% untuk seluruh mobil produksi mereka yang meliputi brand Nissan, Infiniti dan juga Datsun pada saat rencana jangka menengah ini berakhir pada tahun 2022 nanti. Selain itu, Nissan juga berencana untuk memperkenalkan mobil Infiniti terbaru dengan tenaga elektrik pada tahun 2021 yang akan datang.

Dengan rencana jangka menengah yang telah dicanangkan oleh pihak Nissan tersebut, maka ambisi mereka untuk bisa menembus penjualan mobil listrik sebanyak satu juta unit tiap tahun hingga akhir 2022 nanti sepertinya bukanlah suatu hal yang sulit untuk dicapai oleh raksasa otomotif asal negeri matahari terbit tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar